katarak mata.
2. Kulit; radioaktif yang terperangkap pada rambut tubuh serta akar rambut dapat menyebabkan
penyakit kanker kulit.
3. Kanker; apabila tubuh kita terkontaminasi oleh zat radioaktif maka ada kemungkinan akan mengalami
kanker paru-paru dan kanker payudara.
4. Sistem Pencernaan; akan terjadi kerusakan pada usus menyebabkan mual, muntah darah, dan diare.
5. Sistem Reproduksi; dapat menyebabkan kerusakan pada ovarium dan sel telur pada perempuan.
6. Sistem Peredaran Darah; kehilangan sel darah putih yang parah dapat menyebabkan tubuh rentan
infeksi.
7. Kelenjar tiroid; rentan terhadap radoaktif iodine yang dapat merusak kelenjar ini.
8. Sumsum tilang; kerusakan pada sumsum tulang dapat berujung pada anemia, bahkan leukemia.
9. Gejala pada paparan menengah; demam, rambut rontok, muntah, dan diare.
Apabila sel tubuh manusia tersebut terlanjut terpapar oleh radiasi nuklir, maka si zat radioaktif tersebut akan masuk ke dalam sel-sel tubuh manusia, kemudian gen tersebut akan dirombah sehingga menyebabkan mutasi sel. Sel tersebut menjadi sel mutan dan berubah menjadi sel kanker yang kemudian tumbuh dan menyebar di dalam tubuh sehingga bisa menyebabkan penyebaran tumor di dalam tubuh manusia.
Semoga kondisi Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Fukushima Prefecture, Jepang dapat kembali pulih SEGERA agar tidak menimbulkan keresahan masyarakat di Jepang maupun di dunia akan ancaman bahaya dari zat radioaktif serta radiasi nuklir.
Sebagai tambahan, saya lampirkan satuan perhitungan radiasi nuklir dibawah ini:
1 mSv (mili-sievert) = 1000 mSv (micro-sievert) = 1,000,000 uSv (nano-sievert).
Level 1 →0,01 mili-sievert
Level 2 →0,1 mili-sievert
Level 3 →1 mili-sievert
Level 4 →10 mili-sievert
Level 5 →100 mili-sievert (akan menyebabkan gangguan pada kesehatan)
-->kasus THREE MILE ISLAND, AMERIKA.
Level 6 →1,000 mili-sievert (akan menyebabkan kematian)
Level 7 →7,000-10,000 mili-sievert (secara langsung akan menyebabkan KEMATIAN 100%)
-->kasus CHERNOBYL, RUSIA
Bencana di Jepang kali ini kemungkinan dapat memicu kekhawatiran akan adanya kebocoran reaktor nuklir seperti yang terjadi di Chernobyl tahun 1986, dimana masuk kedalam kategori Level 7. Dampak dari radiasi nuklir bisa bermacam-macam, ada yang bisa dirasakan seketika dan ada yang baru muncul dalam jangka panjang sesuai dengan penjelasan diatas.
Berikut dilampirkan mengenai kondisi atau gejala-gejala yang disebabkan oleh radiasi nuklir dari sumber lainnya.
Kebocoran reaktor nuklir terburuk dalam sejarah terjadi di Chernobyl, Ukraina pada April 1986. Selain memicu evakuasi ribuan warga di sekitar lokasi kejadian, dampak kesehatan masih dirasakan para korban hingga bertahun-tahun kemudian misalnya kanker, gangguan kardiovaskular dan bahkan kematian.
Secara alami, tubuh manusia memiliki mekanisme untuk melindungi diri dari kerusakan sel akibat radiasi maupun pejanan zat kimia berbahaya lainnya. Namun seperti dikutip dari Foxnews, radiasi pada tingkatan tertentu tidak bisa ditoleransi oleh tubuh dengan mekanisme tersebut.
Editor kesehatan dari Foxnews Health, Dr Manny Alvarez mengatakan ada 3 faktor yang mempengaruhi dampak radiasi nuklir. Ketiganya meliputi total radiasi yang dipejankan, seberapa dekat dengan sumber radiasi dan yang terakhir adalah seberapa lama korban terpejan oleh radiasi.
Ketiga faktor tersebut akan menentukan dampak apa yang akan dirasakan para korban. Radiasi yang tinggi bisa langsung memicu dampak sesaat yang langsung bisa diketahui, sementara radiasi yang tidak disadari bisa memicu dampak jangka panjang yang biasanya malah lebih berbahaya.
Dampak sesaat atau jangka pendek akibat radiasi tinggi di sekitar reaktor nuklir antara lain sebagai berikut:
- Mual muntah
- Diare
- Sakit kepala
- Demam.
Sementara itu, dampak yang baru muncul setelah terpapar radiasi nuklir selama beberapa hari di antaranya adalah sebagai berikut:
- Pusing, mata berkunang-kunang
- Disorientasi atau bingung menentukan arah
- Lemah, letih dan tampak lesu
- Kerontokan rambut dan kebotakan
- Muntah darah atau buang air besar mengeluarkan darah
- Tekanan darah rendah
- Luka susah sembuh.
Dampak kronis alias jangka panjang dari radiasi nuklir umumnya justru dipicu oleh tingkat radiasi yang rendah sehingga tidak disadari dan tidak diantisipasi hingga bertahun-tahun.
Beberapa dampak mematikan akibat paparan radiasi nuklir jangka panjang antara lain sebagai berikut.
- Kanker
- Penuaan dini
- Gangguan sistem saraf dan reproduksi
- Mutasi genetik.
bagi-kesehatan.html)


"5. Sistem Reproduksi; dapat menyebabkan kerusakan pada ovarium dan sel telur pada perempuan."
ReplyDeleteKok tidak dijelaskan untuk laki-laki?