=============================================================
1. 元日(がんじつ), New Year, Perayaan Tahun Baru. Hari tahun baru di Jepang jatuh pada tanggal 1 Januari karena Jepang maupun Indonesia mengadopsi kalendar Gregorian, sama seperti mayoritas penduduk di negara lain (umumnya dunia barat).
2. 成人の日(せいじんのひ), Coming of Age Day, Hari Kedewasaan. Hari libur ini jatuh pada hari Senin di minggu kedua pada bulan Januari setiap tahunnya. Hari libur ini diatur dalam undang-undang hari libur Jepang (kita sebut Shukujitsu-ho). Hari kedewasaan ini dimaksudkan untuk "merayakan generasi muda yang sudah bisa hidup mandiri, mempunyai tanggung jawab dan menyadari bahwa mereka telah menjadi dewasa."
Upacara hari kedewasaan (seijinshiki) diadakan pemerintah lokal di berbagai kota seluruh Jepang dalam rangka meresmikan penduduk yang telah atau segera genap berusia 20 tahun. Karena pada usia ini dianggap sudah dewasa dan menurut hukum di Jepang, boleh merokok, mengkonsumsi minuman beralkohol dan mengikuti pemilihan umum. Hari libur ini selalu diadakan pada tanggal 15 Februari setiap tahunnya.
3. 建国記念の日(けんこくきねんのひ), National Foundation Day, Hari Pembentukan Negara. Hari libur resmi di Jepang ini jatuh pada tanggal 11 Februari. Pada hari ini, seluruh rakyat Jepang "memperingati peristiwa Kaisar Jimmu naik tahta" berdasarkan catatan Nihon-shoki dan Kojiki yang menurut perhitungan kalendar solar terjadi pada tanggal 11 Februari 660 M.
Sedikit catatan mengenai Kaisar Jimmu. Jimmu Tenno adalah kaisar Jepang yang pertama, dia bertahta sejak tahun 1 bulan 1 hari 1 hingga tahun 76 bulan 3 hari 11 yang merupakan era kekuasaan Kaisar Jimmu. Sedangkan, Nihon-shoki dan Kojiki merupakan buku sejarah Jepang yang tertua. Kojiki berisi berbagai macam catatan peristiwa, mulai dari penciptaan langit dan bumi, termasuk di dalamnya cerita-cerita dari mitologi dan legenda. Sedangkan, Nihon-shoki merupakan buku sejarah resmi yang tertua mengenai Jepang dan masih ada hingga sekarang. Buku ini berasal dari zaman Nara.
4.春分の日(しゅんぶんのひ), Vernal Equinox Day, Hari Ekuinoks Musim Semi. Hari libur ini jatuh antara tanggal 20 Maret atau 21 Maret ketika terjadi titik ekuinoks, dimana rentang waktu siang dan malam sejajar/sama panjang. Namun, pada kenyataannya, rentang waktu siang tetap lebih panjang dibandingkan malam. Hari libur ini ditetapkan di dalam undang-undang hari libur Jepang (disebut, Shukujitsu-ho) pada tahun 1948. Pada hari ini, rakyat Jepang "berterima kasih kepada alam dan lebih mencintai makhluk hidup yang ada di alam semesta ini."
5.昭和の日(しょうわのひ), Showa Day, Hari Showa. Hari libur ini jatuh pada tanggal 29 April dan bertepatan dengan ulang tahun Kaisar Showa. Hari Showa ini baru ditetapkan pada tahun 2005 untuk menggantikan Hari Hijau yang biasanya dirayakan pada tanggal 29 April. Namun, sejak tahun 2006, Hari Hijau dipindahkan ke tanggal 4 Mei yang dulunya dinamakan Hari Libur Nasional (kokumin no kyuujitsu).
Hari Showa ini digunakan "untuk memikirkan masa depan Jepang dengan mengenang lewatnya hari-hari yang penuh pergolakan, dan tercapainya pembangunan kembali di zaman Showa." Hari libur di bulan April dan awal bulan Mei ini disebut juga sebagai Golden Week (minggu emas).
6. 憲法記念日(けんぽうきねんび), Constitutional Memorial Day, Hari Peringatan Konstitusi. Hari libur ini diperingati setiap tanggal 3 Mei, sebagai hari pelaksanaan konstitusi di Jepang. Sedangkan, Indonesia mulai memperingati Hari Konstitusi Indonesia dimulai sejak tahun 2008 dan jatuh pada tanggal 18 Agustus.
7. 緑の日(みどりのひ), Greenery Day, Hari Hijau. Hari libur resmi ini jatuh pada tanggal 4 Mei. Pada hari hijau, seluruh rakyat Jepang menggunakannya untuk "lebih mengenal alam, berterima kasih atas kemurahan alam, dan memperkaya hati nurani." Sesuai keputusan Rapat Kabinet tanggal 8 Agustus 2006, maka pemerintah daerah membebaskan biaya masuk seluruh taman nasional yang ada di Jepang.
8. こどものひ, Children's Day, Hari Anak-anak. Hari libur ini jatuh pada tanggal 5 Mei setiap tahunnya. Hari Anak-anak diperingati sejak tahun 1948 dan bertujuan untuk "menghormati kepribadi anak (terutama laki-laki), merencanakan kebahagiaan anak sambil berterima kasih kepada sang Ibu." Untuk anak perempuan lebih identik dengan perayaan hina-matsuri.
9. 海の日(うみのひ), Marine Day, Hari Laut. Hari libur ini jatuh pada hari Senin minggu ke-3 di bulan Juli. Dulunya, hari laut diperingati setiap tanggal 20 Juli namun karena dengan Sistem Happy Monday, sehingga hari libur dipindahkan ke hari Senin. Tanggal 20 Juli 1876, kaisar Meiji tiba di pelabuhan Yokohama sepulang bertugas dari daerah Tohoku, sehingga dulu ditetapkan pada tanggal 20. Hari laut diperingati untuk "berterima kasih atas kemurahan laut dan mengharapkan kemakmuran Jepang sebagai negara maritim."
10. 敬老の日(けいろうのひ), Respect for the Aged Day, Hari Penghormatan Orang Usia Lanjut. Hari libur ini diperingati pada tanggal 15 September, namun sejak tahun 2003 dipindahkan ke hari Senin di minggu ke-3 bulan September karena mengikuti Sistem Happy Monday. Hari libur ini diperingati dengan tujuan untuk "mencintai orang lanjut usia atas sumbangsih selama bertahun-tahun terhadap masyarakat, dan merayakan umur panjang."
11. 秋分の日(しゅうぶんのひ), Autumnal Equinox Day, Hari Ekuinoks Musim Gugur. Hari libur ini jatuh sekitar tanggal 23 September ketika terjadi ekuinoks musim gugur yang merupakan hari pertama musim gugur di belahan bumi utara. Hari libur ini digunakan untuk "memuliakan nenek moyang, mengenang orang yang sudah meninggal", sedangkan penentuan tanggalnya berdasarkan hari ekuinoks musim gugur waktu Jepang yang ditetapkan setiap tahunnya.
12. 教育の日(きょういくのひ), Health and Sports Day, Hari Olahraga dan Kesehatan. Hari libur resmi ini ditetapkan pada tanggal 10 Oktober untuk memperingati hari upacara pembukaan Olimpiade Tokyo 1964. Namun diubah menjadi hari Senin minggu ke-2 di bulan Oktober sejak diberlakukan Sistem Happy Monday. Hari Olahraga dan Kesehatan ini diperingati untuk "menumbuhkan rasa cinta pada olahraga, membentuk jiwa dan raga yang sehat.""
13. 文化の日(ぶんかのひ), Culture Day, Hari Kebudayaan. Hari libur ini jatuh pada tanggal 3 November. Pada tanngal 3 November 1946 merupakan hari pengumuman konstitusi baru Jepang yang mengutamakan perdamaian dan kebudayaan, sehingga undang-undang hari libur Jepang tahun 1948 menetapkan 3 November sebagai Hari Kebudayaan. Pada hari ini, diadakan upacara penganugerahan Medali Kebudayaan yang dilangsungkan di istana kaisar (Koukyo) pada Hari Kebudayaan ini. Selain itu, berbagai kantor kebudayaan di berbagai daerah juga mengadakan festival kesenian yang dimeriahkan dengan pemberian hadiah untuk berbagai bidang kesenian. Hari ini ditetapkan agar rakyat Jepang lebih "mencintai kebebasan dan perdamaian, serta memajukan kebudayaan."
14. 勤労感謝の日(きんろうかんしゃのひ), Labor Thanksgiving Day, Hari Pekerja. Pada hari libur digunakan untuk "menghormati buruh, merayakan produksi, dan saling mengungkapkan rasa terima kasih" yang ditetapkan pada tanggal 23 November. Hari libur ini ditetapkan pada tahun 1948. Sebelum terjadinya Perang Dunia ke-II, tanggal 23 November merupakan hari festival panen beras Niiname-sai atau dinamakan Niiname no matsuri (Festival Panen Shinto), hanya namanya diganti menjadi hari beryukur kepada buruh.
Nama baru untuk Niiname-sai disesuaikan dengan nama untuk Pesta Hari Bersyukur (Thanksgiving) di Amerika Serikat, sehingga dinamakan Labor Thanksgiving Day (hari beryukur kepada buruh) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Jepang menjadi Kinro Kansha no hi.
15. 天皇誕生日(てんのうたんじょうび), The Emperor's Birthday, Hari Ulang Tahun Kaisar. Pada hari ini, seluruh rakyat Jepag "merayakan hari ulang tahun Kaisar Jepang yang sedang bertahta." Kaisar Jepang yang sekarang berulang tahun tanggal 23 Desember, sehingga setiap tanggal tersebut kita memperingati hari ulang tahun kaisar. Pada hari ini, masyarakat umum diberikan kesempatan untuk melihat keluarga kaisar dari halaman istana kaisar.
Namun, hingga berakhirnya Perang Dunia ke-II, perayaan ulang tahun kaisar disebut Tenchousetsu. Hari ulang tahun kaisar ini dirayakan secara nasional untuk pertama kali di tahun pertama zaman Meiji (hari 22 bulan 9 tahun 1868, kalendar lunisolar atau kalendar yang menggunakan fase bulan sebagai acuan utamanya tetapi juga menambahkan pergantian musim di dalam perhitungan setiap tahunnya, ditambah perhitungan bulan-bulan kabisat sehingga jumlah bulan dalam satu tahun bisa 12 bulan atau 13 bulan.
Setelah Jepang mulai mengadopsi kalendar Gregorian seperti Indonesia pada tahun 1873, maka Tenchousetsu dirayakan pada tanggal 3 November, lalu kemudian direvisi dengan mengikuti hari ulang tahun kaisar yang sedang bertahta.
(Source: Wikipedia)
No comments:
Post a Comment