=============================================================
Sakura (桜) merupakan bunga nasional Jepang yang mekar pada musim semi, yaitu sekitar akhir Maret hingga awal bulan April di wilayah Tokyo, terutama saat cuaca sudah mulai hangat. Sakura sendiri selain dinikmati bunganya, orang Jepang juga banyak menggunakan gambar bunga sakura pada barang-barang seperti kain kimono, alat-alat tulis, peralatan dapur, hiasan dinding dan sebagainya. Bunga sakura merupakan simbol yang sangat penting bagi orang Jepang.
Asal usul dari nama bunga "sakura" itu dari kata "saku" (berarti "mekar" dalam bahasa Jepang), kemudian ditambahan bentuk jamak "ra', sehingga menjadi "SAKURA". Apabila dalam bahasa Inggris, bunga sakura disebut cherry blossoms.
Warna bunga sakura bermacam-macam, dari yang berwarna putih, merah jambu, ataupun merah menyala. Pohon sakura hanya berbunga satu kali dalam setahun. Jenis bunga sakura yang paling terkenal di seluruh Jepang adalah "someiyoshino" (染井吉野). Mekarnya bunga sakura dimulai dari Jepang bagian selatan (Okinawa) sekitar bulan Februari, kemudian di Pulau Honshu bagian barat ke timur (Osaka, Kyoto, Tokyo). Setelah itu, pergerakan mekarnya bunga sakura bergerak demi sedikit ke arah utara pulau honshu, dan sampai Hokkaido, yang biasanya bertepatan dengan liburan Golden Week setiap tahunnya.
Setiap tahunnya, kita bisa mengecek peta pergerakan mekarnya bunga sakura melalui peta sakuranzensen (桜前線). Dengan melihat informasi mekarnya bunga sakura, kita bisa menentukan hari yang tepat untuk piknik bersama teman atau keluarga dibawah pohon sakura sambil menikmati keindahan bunga sakura, disebut "hanami" (花見). Bunga jenis "someiyoshino" hanya dapat bertahan kurang lebih selama satu minggu. Rontoknya bunga sakura juga bisa dipercepat akibat hujan lebat atau angin kencang. Selain itu, beberapa jenis burung juga menyukai bunga sakura yang berasa manis, sedangkan burung merpati terkadang memakan seluruh dari bagian bunga sakura.
Istilah-istilah yang sering digunakan dalam informasi mekarnya bunga sakura, seperti "kaika" (開花): terbukanya kuncup bunga, "ichibuzaki" (一部咲き): bunga mekar sebesar 10% dari kuncup bunga yang ada pada pohon sakura, "mankai" (満開): bunga sakura telah bermekaran seluruhnya. Pada saat bunga sakura rontok, maka akan digantikan dengan keluarnya daun-daun muda. Pada saat bunga sakura rontok sebanyak 10% disebut "ichibu hazakura" (一部葉桜). Namun, apabila seluruh bunga sudah rontok dan hanya tersedia daun-daun muda maka disebut "hazakura" (葉桜), yang artinya sakura daun.
Selain jenis pohon sakura "someiyoshino", ada yang disebut pohon sakura jenis "yamazakura" dimana bunga sakura bermekaran di daerah pegunungan. Sebagai informasi, daun dan bunga sakura yang sudah direndam di dalam air garam dapat dimanfaatkan sebagai bahan makanan karena wangi dari bunganya yang harum. Contoh; "sakura-mochi" (桜餅): kue mochi yang dibungkus oleh daun sakura. Kue-kue kering di Jepang selama musim semi juga banyak dihiasi dengan jenis atau rasa bunga sakura. Selain itu, teh bunga sakura juga tersedia dan diminum pada acara-acara istimewa atau khusus seperti pesta pernikahan, perayaan keluarga dan sebagainya. Ranting dan kuncup bunga sakura juga digunakan sebagai bahan pewarna alami.
Setiap tahunnya, pohon sakura menghasilkan buah yang disebut buah ceri "sakuranbo" (さくらんぼ). Namun buah ceri yang dihasilkan oleh pohon sakura tidak dikonsumsi karena rasanya tidak enak serta ukurannya yang kecil. Untuk menghasilkan buah ceri yang bisa dikonsumsi, biasanya hanya ditanam di daerah perkebunan dan tidak untuk dinikmati bunganya. Produsen buah ceri nomor satu di Jepang adalah Prefektur Yamagata (山形県). Buah ceri yang paling mahal dan terkenal di Jepang, adalah "satou nishiki" (佐藤錦). Pada umumnya, buah ceri yang banyak di konsumsi di Jepang adalah buah ceri yang diimpor dari Amerika (Washington dan California).